Green Computing merupakan suatu perilaku menggunakan sumber daya komputasi secara efisien dengan cara memaksimalkan efisiensi energi, memperpanjang masa pakai perangkat keras serta meminimalkan penggunaan kertas. Adanya green computing dilatarbelakangi karena adanya isu pemanasan global. Secara tidak sadar, bumi tempat kita tinggal ini telah mengalami banyak perubahan yang semua itu terjadi karena ulah manusia sendiri. Mungkin kita pun telah melakukan yang merusak bumi, sebagai contoh: penggunaan energy listrik yang boros seperti mematikan computer dalam keadaan stand by dan menggunakan monitor CRT. Semua hal itu akan berdampak semakin berkurangnya sumber energi yang digunakan. Lama kelamaan sumber energi yang kita gunakan akan habis sehingga hal ini akan berdampak pada masa depan generasi kita kelak. Selain itu, penggunaan kertas yang berlebihan juga akan berdampak pada meningkatnya pemanasan global. Secara tak sadar, Penggunaan kertas yang boros bisa menyebabkan kerusakan pada bumi tempat tinggal kita karena banyak jumlah populasi pohon sebagai bahan dasar kertas semakin berkurang.
Dengan melihat beberapa probelamatika yang ada di atas, maka pada tahun 1992 pihak pemerintahan U.S. Environmental Protection Agency melakukan launching konsep Energy Star. Energy Star merupakan sebuah program pelabelan alat-alat elektronika yang memenuhi standar hemat energi. Implementasi program ini diantaranya: dengan adanya fasilitas sleep mode pada alat-alat elektronika. Selain itu juga, terdapat beberapa inisiatif green computing yang datang dari berbagai pihak diantaranya:
1. Inisiatif green computing dari industri
Sebagai contoh adalah dengan adanya The Green Grid yang merupakan aliansi dari perusahaan besar seperti: AMD, Dell, HP, IBM, Intel, Microsoft, Spraycool, Sun Microsystem, dan VMWare. Aliansi ini menghasilkan suatu kesepakatan bersama bagi produsen hardware dan software untuk menghasilkan produk yang lebih hemat energi yang ramah lingkungan. Seperti halnya intel yang baru baru ini telah mengeluarkan produk prosesor yang lebih hemat energi. Selain itu juga terdapat program IBM Big Green Innovations yang sponsori oleh IBM.
2. Inisiatif green computing dari data center
Seperti yang kita ketahui bahwa data merupakan hal yang terpenting pada sebuah perusahaan. Suatu perusahaan pasti memiliki data center yang menjadi pusat informasi. Tentu saja cost yang dibutuhkan untuk pengadaan data center akan sangat mahal terutama untuk biaya operasional dan maintenance. Tiga permasalahan utama diantaranya: konsumsi listrik yang tinggi, sistem pendinginan yang membutuhkan banyak energi listrik dan juga space ruangan yang besar untuk data center. Oleh sebab itu, baru-baru ini telah ada teknologi server yang hemat energy yang meggunakan mekanisme pengaturan clock processing. Teknologi server ini telah dikeluarkan oleh perusahaan prosesor seperti: Intel(Speed Step), AMD(Cool Now), dan Sun Microsystem(Cool Thread). Keuntungan yang didapat dari teknologi ini adalah hemat energi dan juga panas rendah pada prosesor. Selain itu juga terdapat suatu teknologi virtualization. Teknologi ini memungkinkan suatu mesin seolah-olah terdiri dari banyak mesin, tetapi sebenarnya hanya menggunakan satu mesin. Dengan adanya teknologi ini, maka akan berdampak pada penghematan energi yang cukup besar (misal dari 10 komputer bisa dibuat virtual hanya dalam 2 komputer).
3. Insiatif green computing di lingkungan kerja
Green computing memiliki dampak positif terhadap lingkungan kerja, diantaranya adalah solusi VOIP, instant messaging, dan unified communication. Adapun keuntungan yang bisa didapatkan dari green computing di lingkungan kerja:
a. Konvergensi data dan suara dalam satu jaringan berbasis IP
b. Hemat maintenance cost
c. Hemat operasional cost
d. Hemat space ruang kerja
e. Hemat transportation cost
Selain keuntungan di atas, terdapat juga akibat yang bisa ditimbulkan diantaranya:
a. Teleworker
b. Virtual office
c. Teleconference : suatu pertemuan bisa dilakukan melalui teleconference dari tempat yang berbeda sehingga akan menghemat energy, space ruang kerja dan transportasi.
4. Inisiatif green computing dari diri sendiri
Adapun beberapa inisiatif green computing dari diri sendiri, diantaranya:
a. Teliti dalam membeli hardware, usahakan membeli produk yang telah memiliki label hemat energi
b. Sebaiknya menggunakan monitor LCD dibandingkan monitor CRT karena lebih hemat energi
c. Gunakan email untuk menggantikan fungsi fax
d. Cetak dokumen yang tidak terlalu penting bolak-balik
e. Gunakan kertas daur ulang
f. Hindari stand by mode karena terlalu banyak memakan konsumsi listrik dll.

nice artikel, thaks you. .
pertamax